Friday, November 9, 2012

What Is The White Coffee?



Seperti kita tahu, kopi selalu berwarna hitam. Terkadang warnanya menjadi cokelat karena penambahan susu atau krimer. Tak heran, ketika muncul varian white coffee, orang jadi bingung. Memang ada kopi berwarna putih?

Sebenarnya, pengertian white coffee bisa beragam, tergantung daerahnya. Di negara-negara berbahasa Inggris, misalnya, istilah white coffee mengacu pada kopi hitam yang diberi susu, krim, atau produk turunan dari sirup jagung, kedelai, dan kacang yang dituang dalam suhu ruang. Kopi ini juga dikenal dengan sebutan coffee light, light coffee, coffee with milk, atau regular coffee.

Di Amerika Serikat, white coffee adalah biji kopi yang dipanaskan hingga level yellow roast. Karena proses pemanasannya hanya sebentar, gula alami dalam biji kopi tidak terkaramelisasi, sehingga tidak ada rasa pahit tertinggal. Kopi ini digunakan untuk membuat espresso, bukan kopi seduh biasa. Kadar keasamannya cukup tinggi dengan jejak rasa seperti kacang.

Sementara itu, orang Malaysia mengenal Ipoh white coffee yang berasal dari kota Ipoh. Biji kopi dipanggang dengan margarin dari minyak kelapa sawit, sehingga warnanya tidak terlalu hitam. Setelah itu, kopi disajikan dengan susu kental manis.

Ada anggapan salah bahwa terdapat biji kopi khas Malaysia yang disebut white coffee bean. Padahal, yang dimaksud adalah biji kopi robusta atau arabika impor yang dipanggang hingga berwarna cerah.

Istilah ini juga merujuk pada teh herbal dari Lebanon atau Yaman yang dibuat dengan air orange blossom (bunga jeruk). White coffee juga dikaitkan dengan teh karena biji kopi yang dimasak hingga berwarna cokelat pucat dicelupkan ke dalam air. Hasilnya adalah minuman yang berwarna keemasan dengan jejak rasa kacang atau bunga, serta terasa agak asam seperti teh.

Di Indonesia sendiri ada sebuah produsen kopi yang menjual 'white koffie'. Kopi ini diklaim diproduksi dengan mesin dari Jepang berteknologi cold drying. Biji kopi melalui proses pembekuan hingga -40 C sehingga kandungan asam gastricnya berkurang sampai 80%, sementara kandungan kafeinnya tetap utuh. Konon, karena itulah produk ini aman bagi lambung dan jantung.

Kopi instan ini berbentuk bubuk dengan campuran non-dairy creamer dan gula. Setelah diseduh, warnanya cenderung lebih pucat atau krem dibanding kopi biasa.

Seorang Nenek Dengan Koneksi Internet 40Gbps

Sigbritt, 75 thn seorang nenek asal Karlstad, Swedia, saat ini tercatat dalam sejarah IT merupakan pemilik koneksi internet tercepat di dunia.

Rumah si nenek mempunyai koneksi internet 40 Gigabits per second, ribuan kali lipat dibanding rata-rata koneksi internet rumahan di seluruh dunia.
Nenek ini bukanlah nenek sembarangan, dia adalah ibu dari Peter Löthberg yang merupakan legenda internet Swedia, yang sekarang kerja di CISCO dialah yang men set-up koneksi dan komputer si nenek sehingga bisa secepat itu.
“Sebagai pemilik jaringan, kita mendorong operator untuk berinvestasi terhadap koneksi internet yang lebih cepat, lebih murah, berkapasitas tinggi dengan jarak yang tidak terbatas”. ujar Peter Löthberg seperti yang dituturkannya kepada The Local.
Rahasia dibalik koneksi super-cepat ini adalah tehnik modul terbaru yang memungkinkan transfer data secara langsung antar 2 router yang jaraknya terpisah sampai 2000 km tanpa transponder perantara.
Cisco mendukung project ini dengan catatan tekhnologi fiber optik ini secara teknis dapat menghasilkan koneksi internet yang cepat juga secara ekonomi bisa menguntungkan, ujar Hafsteinn Jonsson dari Cisco.
Tapi lucunya Jonsson berujar; “Hal yang paling sulit dilakukan dari seluruh project ini adalah menginstal Windows”, Nah Lho!.


"Sky Fall", Menampilkan Sisi Manusiawi James Bond



Dengan petualangan James Bond yang sudah memasuki usia 50 tahun, wajar jika studio film dan rumah produksi yang menggarap film mata-mata ini harus terus menampilkan sesuatu yang inovatif sehingga menarik untuk ditonton. Lewat “Skyfall”, kesempatan “peremajaan” produk James Bond dilakukan.

Ada tiga hal peremajaan yang dilakukan dalam film ini yang memang membuat “Skyfall” menjadi film petualangan James Bond yang lebih berisi dan secara kualitas berada di atas film-film James Bond sebelumnya. Perubahan pendekatan dan arahan film James Bond ke-23 ini tampaknya disambut antusias.

Di peluncuran minggu pertama di Inggris dan Skotlandia, “Skyfall” mencetak rekor baru dalam pencapaian minggu pertama box office di Inggris sebesar 287 juta dollar. Ini berarti setengah keuntungan dari film James Bond terlaris, “Casino Royale.” Dan, angka ini belum termasuk keuntungan di luar Inggris termasuk Amerika yang beredar tanggal 8 November.

Kembali ke asal
Digarap oleh sutradara Sam Mendes, yang pernah meraih 5 piala Oscar untuk film “American Beauty”, petualangan James Bond terlihat lebih membumi. “Skyfall” menceritakan tentang investigasi James Bond siapa yang membom markas MI6, setelah sebelumnya ia sempat dinyatakan meninggal saat beroperasi di Istanbul dalam sebuah misi mendapatkan kembali harddisk agen rahasia MI6 yang dicuri.

Sedikit sekali peralatan canggih dan unik yang digunakan sebagai alat perang agen rahasia 007 ini saat beroperasi. Peralatan canggih yang diberikan Q kali ini hanyalah berupa pistol dan radio pemancar lokasi. Saat harus melawan mati-matian melawan musuhnya, Raoul Silva, senjata yang digunakan dipakai pun kembali ke dasar. Yaitu, pisau yang diberikan oleh penjaga rumah James Bond. Begitu juga dengan adegan berkelahi yang lebih fokus pada baku tinju layaknya adegan perkelahian di film “Rambo”.

Karakter lebih manusiawi
Karater James Bond pun digambarkan lebih manusiawi. Setidaknya siapa orangtua dan seperti apa masa kecil Bond sedikit terkuak di film ini. Selain itu, hubungan M dan James Bond yang selama ini selalu terlihat selalu sebatas profesional di film-film sebelumnya, juga terkuak. Mereka sangat dekat. Kedekatan itu diperlihatkan ketika M bertemu dengan penjaga rumah James Bond dan memanggil nama M dengan nama sebenarnya, Emma.

Untuk menguatkan kesan bahwa agen rahasia pun manusia dengan konflik dan trauma masa kecil yang pernah ia alami, gambar-gambar dalam adegan saat James Bond kembali ke rumah orangtuanya pun kelam, dingin dan terbengkalai.

Dengan film berdurasi 143 menit, konflik masa kecil dan apakah ia harus kembali bertugas sebagai agen rahasia atau tidak pun dijahit dengan rapi, tanpa terasa dipaksakan.

Pemeran pendukung dihidupkan kembali
Di tengah keseriusan konflik yang dihadapi James Bond, yang membuat film ini menarik adalah dimunculkannya kembali tokoh-tokoh pendukung di lingkup kerja tokoh ciptaan Ian Flemming ini seperti tokoh Q, si penyuplai peralatan canggih James Bond, dan sekretaris M, Miss Moneypenny.

Selain itu, perubahan bos James Bond. Judi Dench yang sudah tampil dalam enam film James Bond sebelumnya sebagai M digantikan oleh Ralph Finnes yang sengaja mendapat nama juga dengan nama belakang M sehingga bos James Bond tetap berinisial M. Dari Emma, atau biasa dipanggil oleh para agen rahasianya dengan Mom, menjadi Gareth Mallory.

Thursday, November 1, 2012

James Bond 007 Pun tak Mau Ketinggalan Memakai Handphone Android

Sistem operasi Android dari Google saat ini menjadi OS mobile terpopuler di dunia. Bahkan dalam survei terbaru, OS ini memiliki popularitas yang tinggi di kalangan anak muda. Dan, agen rahasia terkenal 007 dari Inggris, James Bond, ternyata tak mau ketinggalan untuk menggunakan handphone dengan OS Android.


Hal ini terungkap dalam sebuah pernyataan resmi Sony dalah akun Google+ miliknya. Mereka pun mengadakan sebuah event di mana para pesertanya berkesempatan untuk memperoleh handphone Android yang dipakai oleh James Bond 007 dalam film terbarunya, yakni Sky Fall. Handphone tersebut adalah Sony Xperia T.

Dengan langkah tersebut, Sony Mobile melanjutkan tren penggunaan brand Sony dalam film James Bond. Sebelumnya, terdapat beberapa handphone Sony yang telah dipakai dalam film Bond. Di antaranya adalah Sony Erricsson T68 yang dipakai Halle Berry dalam film Die Another Day (2002), serta Daniel Craig yang juga memakai handphone Sony pada film Casino Royale (2006) serta Quantum of Solace (2008).

Sony Xperia T sendiri merupakan keluaran terbaru dari Sony Mobile. Handphone ini datang dengan layar berukuran 4.55 inci dengan OS Android Ice Cream Sandwich 4.0. Di bagian dalam, handphone ini hadir dengan prosesor dual core Qualcomm Snapdragon dengan kecepatan 1.5GHz.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...